Berita Terkini

Khotbah, Minggu 6 April 2025 (Minggu Sengsara VI) - Stola
Selengkapnya

Khotbah, Minggu, 30 Maret 2025 (Minggu sengsara V) - Stola
Selengkapnya

Khotbah Minggu 23 Maret 2025 - Minggu Sengsara IV (Stola
Selengkapnya

Khotbah Minggu 16 Maret 2025 (Minggu Sengsara III) Stola Ungu
Selengkapnya

Khotbah Minggu, 9 Maret 2025 (Minggu Sengsara II) (Stola Ungu)
Selengkapnya
Warta Sinode
18 January 2025Warta SinodePrisma GPIL, Rampoang, 17 Januari 2025 – Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL) baru saja mengukir sejarah baru dengan dilaksanakannya serah terima aset dan kas Majelis Pekerja Sinode (MPS) dari kepengurusan periode 2019-2024 ke periode 2024-2029. Acara ini merupakan bagian dari proses regenerasi dan tanggung jawab pelayanan di tubuh GPIL.
Acara serah terima ini dihadiri oleh jajaran pengurus MPS periode 2019-2024 yang dipimpin oleh Pdt. Dr. L. Mandi Tandi Pare, M.Si sebagai Ketua, didampingi oleh Pdt. Yan Pali Perdamaian (Sekretaris), Ishak G. Pagalla (Wakil Ketua), John Rudy Hutahaean, SE (Bendahara), dan Matius Sawe (Wakil Sekretaris).
Pengurus baru MPS GPIL periode 2024-2029 yang hadir adalah Pdt. Isbon, M.Th sebagai Ketua Umum, bersama dengan Pdt. Priyo Agus Basuki, S.Th (Sekretaris Umum), Isak Abri Kandole, A.Md (Bendahara), Pdt. Perki, S.Th (Ketua 1), dan Albert F. Pagalla, S.Pd (Ketua 2).
Dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat pelayanan, seluruh aset dan kas yang menjadi tanggung jawab MPS periode 2019-2024 diserahkan dengan transparan kepada pengurus baru. Hal ini mencerminkan komitmen GPIL untuk menjaga kepercayaan jemaat dalam menjalankan misi gereja.
Ketua MPS periode 2019-2024, Pdt. Dr. L. Mandi Tandi Pare, M.Si, mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama masa pelayanan mereka. Ia juga berpesan kepada pengurus baru untuk melanjutkan tanggung jawab pelayanan dengan integritas dan semangat yang tinggi.
Ketua Umum MPS periode 2024-2029, Pdt. Isbon, M.Th, menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengurus sebelumnya dan memohon dukungan doa dapat melanjutkan tugas pelayanan dengan baik.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang akan dilanjutkan dengan Ibadah Pengutusan dan Serah Terima Jabatan di GPIL Jemaat Wara Tirowali, pada tanggal 19 Januari 2025 pukul 17.00 WITA, yang juga akan dihadiri oleh jemaat.
Semoga regenerasi ini menjadi momentum baru untuk membawa GPIL semakin maju dalam pelayanan dan semakin kokoh dalam iman. Tuhan memberkati seluruh proses ini demi kemuliaan nama-Nya. [...]
8 June 2022Warta SinodeSinode GPIL terus melakukan upaya agar GPIL semakin Erat Bersekutu melalui beberapa hal dan salah satunya adalah menerbitkan blanko Baptis, Sidi dan blanko Nikah yang seragam di kalangan GPIL. Blanko Sibassini GPIL kini hadir dengan Logo GPIL yang timbul (embos) menggantikan barcode yang ada. Sistem Informasi Baptis, Sidi dan Nikah GPIL (Sibassini GPIL) merupakan aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan proses pencatatan dan pencetakan akte Baptis, Sidi dan Nikah dalam lingkup GPIL . Dengan Aplikasi Sibassini yang dimiliki Jemaat/Pendeta, datanya dapat dibackup dan diresotre kembali apabila Aplikasi yang ada mengalami gangguan atau laptop/komputer Jemaat/Pendeta hilang. Setelah melakukan update dan melakukan perbaikan dibeberapa hal kini Sistem Informasi Baptis, Sidi dan Nikah GPIL (Sibassini GPIL) dapat dipakai oleh Jemaat/Pendeta di mana saja. Aplikasi Sibassini adalah Aplikasi yang dapat didownload masing-masing Jemaat/Pendeta secara GRATIS di website GPIL.
PENTING dilakukan beberapa langkah dalam menggunakan Aplikasi Sibassini di
Laptop/Komputer Jemaat/Pendeta :
Download dan install Visual C++ AIO Redistributable 2021 untuk Windows
7 atau lebih tinggi. Untuk Windows XP, download dan install VisualCppRedist_AIO_x86_XP_35.zip.Download dan install Visual
FoxPro 9 SP2 Runtime.Download dan extract sibassini.zip. Hasil dari proses extract ini akan
membuat folder dengan nama “Sibassini”.Jalankan file “sibassini_gpil.exe” yang
terdapat dalam folder “Sibassini”.Lakukan Install Fonts terlebih dahulu
sebelum masuk ke menu yang lain.
Untuk pengguna Windows 10, jika tampil gambar seperti di bawah ini saat ingin menjalankan file hasil download , anda dapat mematikan fungsi Smart Screen pada Windows.
BACKUP DATA ANDA SETIAP KALI SESUDAH MENGGUNAKAN APLIKASI
Aplikasi ini bersifat portable, dalam
arti lokasi folder/direktori tidak terikat dalam 1 lokasi saja. Anda dapat
menyimpan dan menjalankan aplikasi dari flashdisk, dengan syarat
komputer/laptop yang digunakan telah terinstall Visual C++ Runtime dan Visual
FoxPro 9 SP2 Runtime.
Untuk pencetakan, printer dianjurkan dapat mencetak warna dan wajib menggunakan format ukuran kertas F4 atau 21,5 cm x 33 cm. Jemaat dapat menghubungi Sinode GPIL untuk mendapatkan lisensi sesuai Nama Jemaat masing-masing, dan kepada Jemaat yang sudah memiliki lisensi akan diberikan kertas akte GPIL (blanko) yang seragam , kertas akte (blanko) menggunakan Logo GPIL yang timbul (embos) untuk menggantikan barcode yang ada. (keseragaman model, bentuk dan warna akte adalah wujud salah satu visi GPIL yaitu “Erat Bersekutu” dalam satu sinode).
Contoh Surat Baptis Anak
Contoh Surat Baptis Dewasa
Contoh Surat Sidi
Contoh Surat Nikah
Untuk pertanyaan silakan bahas di kolom komentar atau menghubungi Sinode GPIL / Kominfo GPIL, kami akan menjawab pertanyaan anda sebisa mungkin. Terima kasih. [...]
11 March 2022Warta Sinodewww.sinode-gpil.org – Kominfo GPIL. Hari ini, Jumat 11 Maret 2022, perhelatan akbar sebagai forum tertinggi Persekutuan Pemuda Gereja Protestan Indonesia Luwu (PP-GPIL) yaitu Kongres XI PP-GPIL dimulai. Kongres XI kali ini dilaksanakan di GPIL Jemaat Pongsamelung, Desa To’Pongo Kec. Lamasi Kab. Luwu.
Kongres XI PP-GPIL ini seyogiyanya dilaksanakan pada tahun 2020 sebagai mandat Kongres X PP-GPIL, namun karena terhalang karena pandemi, sehingga Kongres ini tertunda hingga kurang lebih 1 tahun 6 bulan. Dan melihat situasi pandemi saat ini yang sudah mulai longgar, sehingga Pengurus Pusat PP-GPIL memutuskan untuk melaksanakan Kongres XI PP-GPIL di bulan Maret ini yang bertempat di GPIL Jemaat Pongsamelung, selama 2 hari ke depan.
Pengurus Pusat PP-GPIL bersama Panitia Pelaksana Kongres XI PP-GPIL ini “Satukanlah Pemuda dan Bangkitlah Melakukan Perkara Yang Besar” (Yesaya 60:1). Dengan harapan besar bahwa momentum Kongres XI ini bisa menghasilkan keputusan-keputusan luar biasa untuk membangkitkan dan memajukan PP-GPIL secara khusus dan PP-GPIL secara umum.
Acara pembukaan Kongres XI PP-GPIL, diawali dengan sebuah ibadah. Dimana ibadah pembukaan ini dipimpin oleh Pdt. Thabis S’R Lande, S.Th, Pendeta GPIL Jemaat Pongsamelung. Dan ibadah pembukaan ini juga dihadiri oleh Majelis Pekerja Sinode (MPS) GPIL dan Tim Pembinaan GPIL, serta pendeta-pendeta dalam lingkup GPIL.
Dalam sambutannya, Pengurus Pusat PP-GPIL yang diwakili oleh Sekretaris Umum PP-GPIL, Albert F. Pagalla, S.Pd menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada MPS, Tim Pembinaan, Majelis Jemaat GPIL Pongsamelung, Panitia Pelaksana, dan seluruh peserta yang hadir yang sangat antusias dalam pelaksanaan ini. Ia juga berpesan bahwa dalam pelaksanaan Kongres XI PP-GPIL, jangan kita menghabiskan energi dan pikiran untuk memperdebatkan terkait tata tertib, jadwal acara, laporan, karena itu sudah terlaksana. Tetapi simpanlah energi untuk memikirkan bagaimana PP-GPIL ke depan yang akan dituangkan dalam sidang-sidang komisi nantinya. Kongres XI PP-GPIL dihadiri oleh 45 utusan Jemaat dan 6 utusan Klasis, jadi total peserta Kongres kali ini sekitar 100 orang. Karena alasan pandemic, sehingga peserta Kongres kali ini dibatasi menjadi 2 orang per utusan jemaat atau klasis.
Disamping itu, Ketua MPS GPIL, Pdt. Lambang Mandi Tandi Pare, M.Si juga memberikan motivasi kepada pemuda-pemudi GPIL bahwa mereka adalah tiang Gereja ini di masa sekarang dan di masa yang akan datang. Ia juga membuka Kongres XI PP-GPIL ini secara resmi di dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Kegiatan Kongres tidak lepas dari yang namanya sebuah pembinaan. Oleh karena itu, setelah selesai acara pembukaan, dilanjutkan dengan materi-materi pembinaan untuk Pemuda-Pemudi GPIL. Adapun materi-materi yang ada dalam Kongres XI PP-GPIL kali ini adalah Sosialisasi dari Tim Pembinaan GPIL tentang Pembinaan yang ada dalam lingkup GPIL di mana materinya dibawakan oleh Pdt. Priyo Agus Basuki, S.Th, selanjutnya materi tentang OIG dalam Kedudukannya dalam GPIL yang dibawakan oleh Pdt. L. Mandi Tandi Pare, M.Si., sebagai Ketua Sinode GPIL, dan materi terakhir dibawakan oleh Bung Dan Pongtasik, SH sebagai Anggota DPRD Prov. Sulawesi Selatan yang membawakan materi tentang Pilar-pilar Kepemudaan.
Kongres XI PP-GPIL akan berlangsung hingga 12 Maret 2022, dan kita berharap bahwa Kongres kali ini menghasilkan keputusan-keputusan yang membuat kemajuan PP-GPIL dan juga GPIL secara keseluruhan.
Selamat berkongres. afp [...]
11 March 2022Warta SinodeSetelah melakukan update dan melakukan perbaikan dibeberapa hal kini Sistem Informasi Baptis, Sidi dan Nikah GPIL (Sibassini GPIL) dapat dipakai oleh Jemaat/Pendeta di mana saja. Dan Sinode GPIL terus melakukan upaya agar GPIL semakin Erat Bersekutu melalui beberapa hal dan salah satunya adalah menerbitkan blanko Baptis, Sidi dan blanko Nikah yang seragam di kalangan GPIL. Blanko Sibassini GPIL kini hadir dengan Logo GPIL yang timbul (embos) menggantikan barcode yang ada.
Sistem Informasi Baptis, Sidi dan Nikah GPIL (Sibassini GPIL) merupakan aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan proses pencatatan dan pencetakan akte Baptis, Sidi dan Nikah dalam lingkup GPIL . Dengan Aplikasi Sibassini yang dimiliki Jemaat/Pendeta, datanya dapat dibackup dan diresotre kembali apabila Aplikasi yang ada mengalami gangguan atau laptop/komputer Jemaat/Pendeta hilang.
Aplikasi Sibassini adalah Aplikasi yang dapat didownload masing-masing Jemaat/Pendeta secara GRATIS di website GPIL.
PENTING dilakukan beberapa langkah dalam menggunakan Aplikasi Sibassini di Laptop/Komputer Jemaat/Pendeta :
Download dan install Visual C++ AIO Redistributable 2021 untuk Windows 7 atau lebih tinggi. Untuk Windows XP, download dan install VisualCppRedist_AIO_x86_XP_35.zip.Download dan install Visual FoxPro 9 SP2 Runtime.Download dan extract sibassini.zip. Hasil dari proses extract ini akan membuat folder dengan nama “Sibassini”.Jalankan file “sibassini_gpil.exe” yang terdapat dalam folder “Sibassini”.Lakukan Install Fonts terlebih dahulu sebelum masuk ke menu yang lain.Untuk pengguna Windows 10, jika tampil gambar seperti di bawah ini saat ingin menjalankan file hasil download , anda dapat mematikan fungsi Smart Screen pada Windows.
BACKUP DATA ANDA SETIAP KALI SESUDAH MENGGUNAKAN APLIKASI
Aplikasi ini bersifat portable, dalam arti lokasi folder/direktori tidak terikat dalam 1 lokasi saja. Anda dapat menyimpan dan menjalankan aplikasi dari flashdisk, dengan syarat komputer/laptop yang digunakan telah terinstall Visual C++ Runtime dan Visual FoxPro 9 SP2 Runtime.
Untuk pencetakan, printer dianjurkan dapat mencetak warna dan wajib menggunakan format ukuran kertas F4 atau 21,5 cm x 33 cm.
Jemaat dapat menghubungi Sinode GPIL untuk mendapatkan lisensi sesuai Nama Jemaat masing-masing, dan kepada Jemaat yang sudah memiliki lisensi akan diberikan kertas akte GPIL (blanko) yang seragam , kertas akte (blanko) menggunakan Logo GPIL yang timbul (embos) untuk menggantikan barcode yang ada. (keseragaman model, bentuk dan warna akte adalah wujud salah satu visi GPIL yaitu “Erat Bersekutu” dalam satu sinode).
Contoh Surat Baptis Anak
Contoh Surat Baptis Dewasa
Contoh Surat Sidi
Contoh Surat Nikah
Untuk pertanyaan silakan bahas di kolom komentar atau menghubungi Sinode GPIL atau Kominfo GPIL, kami akan menjawab pertanyaan anda sebisa mungkin. Terima kasih. [...]
Kegiatan Jemaat
18 December 2022JemaatMinggu, 18 Desember 2022 (Adven IV) Stola Ungu
Bacaan Alkitab : Mazmur 80:2-8, 18-20
Tujuan : Agar jemaat memahami apa itu nubuat dan kehadiran Tuhan Yesus Kristus bukanlah berita bohong.
Menanti adalah kata yang sederhana namun sangat sulit untuk dipraktekkan. Butuh kesabaran dan keikhlasan hati untuk bisa menjalaninya. Sayangnya, tidak sedikit orang yang memiliki sifat tidak sabar dalam menanti dan terburu-buru. Dalam hidup pun, sebenarnya kita sudah terbiasa sabar menanti. Seorang ibu yang dengan sabar menanti kelahiran anaknya, pemuda yang sabar menanti jodohnya, atau seseorang yang sabar menanti kesembuh- an tubuhnya yang sakit. Sabar menanti mungkin terasa sulit dilakukan, tapi kita bisa mendapatkan manfaat hidup dari sana. Dengan sabar menanti akan memberi kita waktu berharga untuk memahami dan memperbaiki diri agar bisa menjadi seorang yang lebih baik saat waktunya tiba.
Adven adalah masa penantian, menanti kedatangan Yesus di dunia melalui kelahiran-Nya (kedatangan-Nya di masa lalu) dan menanti kedatangan-Nya kembali. Itu sebabnya seruan kita diminggu Adven ini adalah Maranatha (Datanglah ya Tuhan!). Dalam minggu Adven keempat, pesan yang ditekankan adalah tentang kesetiaan dan cinta dalam mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus.
Menarik untuk menyimak pembacaan kita, yang menekankan pengharapan dan sukacita kepada orang Israel secara tidak langsung umat Tuhan diajak untuk bersabar. Ia meyakinkan mereka bahwa Tuhan akan datang untuk menyelamatkan dan mengubah hidup orang Israel. Mereka diajak untuk kembali mengalami sukacita dan kedamaian dalam hidup. Tuhan mengakhiri kesedihan-kesedihan yang membuat mereka kehilangan semangat dan gairah hidup serta diubahnya menjadi berkat. Allah mengubah hidup orang Israel dari hal yang mencekam ke hal yang membebaskan. Pemazmur tampil dalam pemberitaannya sebagai seorang motivator yang menggerakan orang Israel untuk bangkit dari keterpuruk- an. Ia membawa mereka keluar dari kekelaman. Ia membangun kembali semangat mereka agar menjadi orang yang optimis untuk memulai sesuatu yang baru dalam hidup.
Doa permohonan Pemazmur ini merupakan permo- honan setiap orang yang membutuhkan pemulihan baik dari sakit penyakit, ekonomi, karier, dan lain sebagainya. Penulis Mazmur 80 ini, sangat ingin melihat wajah Allah. Ia melihat ke Utara dari tempatnya di Yerusalem dan melihat negara tetangga Yehuda, yaitu Israel, runtuh saat pemerintahan kerajaan Asyur. Runtuhnya Israel membuat Yehuda rentan diinvasi dari semua sudut, Asyur di utara, Mesir di selatan, dan negara-negara Arab di Timur. Yehuda kalah jumlah dan tidak seimbang.
Pemazmur merangkum ketakutannya dalam doa yang diulang tiga kali (Mzm. 80:4,8,20), “Buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat”. Pemazmur meng- ungkapkan keluhan umat Allah saat sedang merasakan murka Allah yang menyala. Kondisi mereka sangat menderita seperti “makan roti cucuran air mata” dan “minum air mata berlimpah-limpah”. Sebagai bangsa, mereka tidak lagi hidup aman karena bersengketa dan diolok-olok oleh bangsa lain. Kondisi itu mendesak mereka untuk kembali kepada Allah. Umat Allah merindukan kasih Allah yang besar sebagaimana dahulu Allah telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Ibarat pohon anggur, mereka telah diambil Allah dari Mesir dan ditanam ke tempat lain yang lebih subur.
Pemazmur mengungkapkan kerinduan umat agar Allah berkenan menyelamatkan mereka. Mereka tidak sanggup merasakan murka Allah yang menyala-nyala. Mereka memohon agar Allah berkenan memperlihatkan wajah yang menyinarkan kasih dan kemurahan-Nya. Mazmur ini ditutup dengan sebuah doa permohonan yang mengandung nada-nada pengharapan, yang diulang sebanyak tiga kali dalam seluruh bentangan Mazmur ini: “Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat” (Ay. 20). Inilah permohonan akan perkenanan Tuhan. Frasa ini punya latar belakang kehidupan kerajaan di mana ketika seorang raja berkenan, maka ia akan memandang ke arah orang yang memohon itu. Ini misalnya terlihat di ayat. 15, “Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini”. Harapan Pemazmur untuk pemulihan hanyalah pada: kekuasaan dan perkenanan Allah. Pemazmur menggambarkan dirinya seperti pohon Anggur yang hidup atau matinya ditentukan oleh pemiliknya.
Minggu-minggu Adven yang diperingati selama empat minggu harus mampu menguak serta mendalami kedua aspek tersebut, sehingga warga gereja benar-benar dipersiapkan untuk memasuki hari Raya Natal dengan sebaik-baiknya. Yesus Kristus mendatangi ruang hidup manusia dengan segala kesederhanaan-Nya dan kehinaan Nya, agar manusia yang arogan, tinggi hati, berlumur dosa menjadi luluh dan luruh dalam pelukan Yesus. Ia memanggil setiap manusia yang berbeban berat untuk bersimpuh di hadapan-Nya dan menerima pembebasan serta penyelamatan.
Suasana khusus memang acap mewarnai minggu- minggu Adven ini: suasana hening- reflektif yang dapat bangun karena gereja-gereja menyiapkan liturgi khusus dengan bacaan Alkitab yang secara spesifik mengacu pada pemaknaan Adven bagi pemantapan spritualitas umat. Istilah kedatangan pada kata Adven, tidak hanya berarti kedatangan Yesus Kristus pada hari Natal, tetapi sekaligus juga menunjuk pada kedatangan Yesus yang kedua kali (Parousia) yang diyakini umat Kristen sebagai akhir dari sejarah. Itulah sebabnya hal mendasar yang tak bisa diabaikan dalam pemberitaan firman di minggu- minggu Adven adalah aspek ganda dari kedatangan Yesus Kristus: kedatangan dalam konteks Natal, dan kedatangan dalam konteks Parousia (kedatangan yang kedua).
Setiap kita yang dengan kesungguhan hati menjalani pertobatan, selalu mengarahkan hati kepada Tuhan. Bila itu kita sadari, betapa banyak sisi kehidupan kita yang terus menerus harus kita benahi. Ada dosa di sana. Ada kerapuhan yang hinggap. Ada kelemahan yang terus melekat. Semua mendesak untuk dibaharui. Semua mendesak untuk diteguhkan dan diberkati. Maka pertobatan dan pembaharuan diri tetaplah prioritas utama untuk mendekatkan diri pada Sang Terang sejati yang kita nantikan, yakni Yesus Kristus, Tuhan kita. Kesederhanaan, kehidupan, ketidakberdayaan, ketidak- mampuan menjadi benang merah yang amat mewarnai kedatangan-Nya yang pertama. Amin. [...]
6 November 2021Jemaatwww.sinode-org.gpil – Kominfo GPIL. Persekutuan Pemuda GPIL atau PP-GPIL adalah salah satu Organisasi Intra Gereja yang ada di GPIL, selain dari persekutuan Wanita dan Persekutuan Kaum Bapak. Mereka adalah generasi-generasi penerus GPIL yang akan membawa GPIL semakin maju ke depan.
Persekutuan Pemuda GPIL yang ada di wilayah Luwu Timur memiliki kerinduan untuk menjalin keakraban sesama Pemuda di wilayah Kabupaten Luwu Timur. Setelah sekian lama vakum dari pertemuan-pertemuan wilayah. Sehingga mereka menggagas pertemuan untuk melakukan sebuah pertemuan ibadah se-kabupaten Luwu Timur. Dan kemudian berkonsultasi dengan Pengurus Pusat PP-GPIL.
Sabtu, 30 Oktober 2021 menjadi tanggal yang ditentukan untuk melaksanakan pertemuan tersebut dibawah koordinasi langsung dari Pengurus Pusat PP-GPIL dan disepakati GPIL Jemaat Sion Sumber Nyiur Klasis Wotu Burau Tana Lili menjadi jemaat penghimpun.
Peserta dalam Ibadah Pemuda GPIL se-kabupaten Luwu Timur ini harus dibatasi karena mengingat kondisi pandemic covid-19 yang belum berakhir. Peserta harus dibatasi 3 orang per jemaat, karena mengingat jemaat yang ada di Kabupaten Luwu Timur kurang lebih sekitar 30an jemaat. Sehinggan menuntut harus dibatasi pesertanya.
Ibadah PP-GPIL Se-kab. Luwu Timur dipimpin oleh Vic. Agnes Hio, S.Th dan dalam khotbahnya, Vic. Agnes menekankan untuk terus menjalin kerjasama yang baik, agar PP-GPIL semakin maju.
Hadir juga perwakilan Pengurus Pusat PP-GPIL, Albert F. Pagalla, S.Pd dan dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa ini merupakan pertemuan sejarah dalam PP-GPIL Luwu Timur karena yang menginisiasi adalah pemuda jemaat sendiri, bukan dari pengurus pusat. Karena sebelumnya, beberapa tahun lalu, pertemuan ini sempat dilaksanakan beberapa kali namun antusias dari pemuda masih kurang. Sehingga ini menjadi hal luar biasa dalam sejarah PP-GPIL Luwu Timur. Peserta hadir memenuhi gdeung gereja yang ada. Dan Albert juga menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah terutama kepada donatur dari Jemaat Sion Sumber Nyiur yang menanggung biaya konsumsi semua peserta.
Setelah ibadah dilanjutkan dengan pertemuan pemilihan koordinator dan wakil koordinator PP-GPIL Wilayah Luwu Timur, dan terpilihlah saudara Nobert dan Saudari Incristin Laenus yang akan menjadi koordinator PP-GPIL Wilayah Luwu Timur.
Setelah itu, dilanjutkan dengan membicarakan program kerja ke depan, dan disepakati beberapa program kerja di antaranya Ibadah Rutin PP-GPIL Wilayah Luwu Timur setiap 3 bulan sekali, perayaan Hari Raya Gerejawi (Paskah dan Natal), dan Tanggap Bencana PP-GPIL Wil. Luwu Timur.
Tetap semangat PP-GPIL. Jaya Selalau. afp [...]
24 October 2021Jemaatwww.sinode-gpil.org – Kominfo GPIL. Rabu, 20 Oktober 2021, Persekutuan Pemuda GPIL Klasis Wasuponda Nuha Towuti menggelar Sidang Klasis dengan mengangkat tema Revitalisasi PP-GPIL Klasis Wasuponda Nuha Towuti Dalam Mengangkat Pelayanan.
Setelah kurang lebih 5 bulan dalam mempersiapkan persidangan ini, akhirnya persidangan ini bisa digelar walaupun di tengah masa pandemi. Persidangan ini sempat tertunda karena status PPKM untuk Kabupaten Luwu Timur pada bulan Agustus yang lalu berada di level 4, sehingga semua kegiatan harus tertunda. Dan melihat kondisi PPKM Kabupaten Luwu Timur yang sudah turun ke level 2, sehingga kegiatan ini boleh dilaksanakan.
Kegiatan ini merupakan kerinduan dari anggota PP-GPIL yang berada di wilayah Wasuponda Nuha Towuti untuk kembali mengaktifkan PP-GPIL di tingkat klasis, yang selama ini vakum.
Sidang Klasis ini dilaksanakan 1 hari dengan agenda kegiatan yaitu ibadah pembukaan dan pemilihan pengurus baru yang akan menahkodai pemuda-pemudi yang ada di klasis Wasuponda Nuha Towuti. Berikut adalah Susunan Pengurus PP-GPIL Klasis Wasuponda Nuha Towuti Periode 2021-2024:
Ketua: Frans Karaeng, S.PdWakil Ketua: Toding Rante, S.PdSekretaris: Saul LolaWakil Sekretaris: Yedarson Malliwang, STBendahara: Natalia Santa Minanga, S.PdBidang Organisasi: Pampang Minanga, STBidang Pelayanan: Marlin,S.PdBidang Kerohanian: Alfrichard Giardiani Anu, STBidang Minat dan Bakat: Yudea Wiranata, A.Md.TBidang Usaha dan Dana: Frits Puryono, ST
Selamat mengemban tugas pelayanan bagi pemuda-pemudi GPIL yang terpilih. Selamat memberi diri untuk kemuliaan nama Tuhan dan biarlah nama Tuhan dipermuliakan melalui tugas pelayanan ini dan PP-GPIL jaya selalu. Amin. afp
sinode gpil
@SGpil
@sinode_gpil
Sinode GPIL [...]
13 July 2021Jemaatwww.sinode-gpil.org
– Kominfo GPIL. 3 juli 2021, tepatnya pada hari sabtu, Majelis
Pekerja Klasis Palopo melaksanakan Sidang Klasis yang merupakan persidangan
tertinggi di lingkup Klasis GPIL. Dalam hal ini, GPIL Klasis Palopo yang
terdiri dari GPIL Jemaat Wara, Jemaat Wara Tirowali, Jemaat Lagaligo, Jemaat
Perumnas, Jemaat Bumi Rongkong, Jemaat Maroangin, dan Jemaat Langda Toraja. Perwakilan
setiap jemaat berkumpul di Jemaat Wara Tirowali yang bertindak sebagai tuan dan
nyonya rumah dalam persidangan kali ini.
Persidangan yang dilaksanakan hanya 1 hari saja dibuka dengan
ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Merry Pattudju, M.Pd. Setelah itu
dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban Pengurus Majelis Pekerja Klasis
Palopo periode 2016-2021. Persidangan ini digelar dengan menerapkan protocol Kesehatan.
Dalam sambutannya, Pdt. Celya Yorini Kadang, S.Th selaku
ketua Klasis Palopo mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
mendukung selama kurang lebih 5 tahun menjadi pengurus klasis Palopo. Beliau
juga meminta maaf buat segala kekurangan-kekurangan selama ia memegang jabatan
sebagai pengurus klasis. Adapun pengurus Majelis Pekerja Klasis Palopo yang
demisioner yaitu:
Ketua: Pdt. Celya Yorini Kadang, S.Th. Wakil Ketua: Daniel Parubang, SH. Sekertaris: Pdt. Elim sega, S.Th. Wakil Sekretaris: Pdt. Ana Duma, S.Th Bendahara: Yetti Salapuk, S.Pd.
Setelah dilaksanakannya laporan pertanggung jawaban MPK
Palopo Periode 2016-2021, maka dilanjutkan dengan pemilihan pengurus Majelis
Pekerja Klasis Palopo Periode 2021-2026 dengan susunan kepengurusan sebagai
berikut:
Ketua: Pdt. Yul Damayanti, M. Teol. Wakil Ketua: Siliwanus Lakaba Sekertaris: Edy Nosi, S.AP Wakil Sekertaris: Pdt. Ana Duma, S.Th Bendahara: Herfika Lelelangan S.Pd.
Setelah pemilihan pengurus baru telah selesai, Persidangan
ini diakhiri dengan doa syukur yang dipimpin oleh Pdt. Raheli.
Selamat mengemban tugas pelayanan buat pengurus yang baru, dan terima kasih untuk pelayanannya kepada pengurus yang lama. Tuhan Yesus memberkati dalam setiap pelayanan-pelayanan selanjutnya. afp
sinode gpil
@SGpil
@sinode_gpil
Sinode GPIL [...]
Kegiatan Pembinaan
3 November 2021www.sinode-gpil.org – Kominfo GPIL. Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL) terus meningkatkan pelatihan-pelatihan dan pembinaan bagi… [...]
12 October 2021www.sinode-gpil.org – Kominfo GPIL. Pelatihan MGM (Menggerakkan Gereja dan Masyarakat) untuk tahap 2 kembali digelar… [...]
27 September 2021Modul Panggilan, Tugas, dan Tanggung Jawab Majelis Gereja (download) Modul Berkhotbah Tahap 1 (download) Materi… [...]
25 June 2021Bacaan Alkitab: II Korintus 6:1-10 Minggu, 27 Juni 2021 (Stola Hijau) Tema : Kasih… [...]
28 April 2021www.sinode-gpil.org – Kominfo GPIL. Tim Pembinaan GPIL kembali melaksanakan satu kegiatan pembinaan, yang saat ini… [...]
23 March 2021Sinode GPIL –Tim Pembinaan GPIL yang dipimpin oleh Pdt. Laurens Jan Vogelaar, seorang misionaris dari… [...]
13 March 2021Sinode GPIL – Menggerakkan Gereja dan Masyarakat (MGM) adalah salah satu program kegiatan dari tim… [...]
Palita ku
4 April 2025Khotbah, Minggu 6 April 2025 (Minggu Sengsara VI) – Stola Ungu
Tujuan : Agar warga jemaat dapat mengenal dan Memahami bahwa Yesus Kristus Dialah Juruselamat kita.
Masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang, adalah sebuah rentetan waktu yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Di mana ada berbagai-bagai peristiwa hidup, warna-warni kehidupan, mengisi setiap proses kehidupan manusia. Peristiwa tersebut terkait dengan hal-hal yang mensukacitakan, bahkan juga situasi dan keadaan yang tidak menentu, peristiwa dukacita karena kehilangan orang-orang yang dikasihi, untung dan malang, juga menjadi bahagian dari kehidupan yang tidak dapat dihindari. Dari waktu ke waktu, manusia terus belajar menyikapi maksud dan rencana Tuhan melalui setiap kejadian, dan berbagai situasi hidup yang diperhadapkan oleh Allah kepada manusia. Sesungguhnya, Allah mau agar kita menyadari bahwa setiap proses yang terjadi di dalam hidup ini, kita dapat memahami bahwa, Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia, dan yang teguh berpegang pada ketetapanNya. Tentu, hal ini pulalah yang diyakini oleh rasul paulus dan hendak disampaikan kepada jemaat, ketika dia memaparkan dan menjelaskan bagaimana perjalanan hidupnya, dan bagaimana dia menjalani setiap proses Tuhan bagi dirinya. Hingga pada akhirnya, Tuhan menjumpai dia, menangkapnya, memilih dan menetapkan dia serta memperlengkapinya dengan kuat kuasa Roh Kudus, untuk pergi memberitakan kabar sukacita, bahwa Yesus kristus, dialah jalan kebenaran dan hidup, Dialah satu-satunya Tuhan, dan Juruselamat dunia. Oleh dan sebab itu, Firman Tuhan yang datang menyapa kita saat ini, hendak kita renungkan di bawah satu sorotan tema yang berkata “Dialah Juruselamat”.
Dari teks bacaan kita saat ini, kita dapat melihat bagaimana Paulus memberikan sebuah kesaksian tentang siapa dirinya sebelum dan sesudah ia mengenal Kristus. Banyak hal yang bisa dia banggakan, jika menilik latar belakang dirinya dan itu semua kita temukan di dalam ayat 4b-6. Alkitab mencatat bahwa Paulus melupakan hal-hal yang sangat dibanggakan dalam pandangan manusia, yakni identitas kebanggaan sebagai orang yahudi asli, status rohani sebagai orang Farisi yang secara fanatik membela kedaulatan hukum taurat, dan praktik keagamaan yang tidak bercacat menurut hukum taurat. Semua kebangaan itu, kini menjadi tidak ada nilainya, bahkan dianggap sebagai kerugian dan sampah. Mengapa demikian? Karena pengenalan yang mendalam akan Kristus jauh lebih penting, dan bernilai kekal, sesuatu yang jauh lebih mulia, karena dengan demikian, setiap orang yang percaya kepadaNya, juga terpanggil untuk ikut menderita bersama kristus, dan oleh kematian dan kebangkitanNya, kita menerima penebusan dosa yaitu keselamatan di dalam Dia Sang Juruselamat.
Sejak perjumpaannya dengan Kristus, Paulus bertekad untuk mengambil sikap dan komitmen, bahwa apa yang dia anggap berharga selama ini, kini dianggapnya sebagai hal yang lalu, yang tidak memiliki arti apa-apa. Menarik untuk kita simak bahwa, Paulus tidak merasa diri cukup atau puas dalam hal pengenalannya akan Kristus. Tetapi dia merasa perlu untuk terus berjuang mengenal Kristus lebih dalam, sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, dan mempercayakan segenap hidupnya dikendalikan oleh Allah.
Jemaat yang kekasih dalam nama Tuhan kita Yesus kristus.
Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, bukankah kita seringkali tergoda bahkan terpancing untuk memegahkan diri? Betapa tidak! Tanpa sadar, kita kadang kala cenderung bermegah atas pencapaian kita, prestasi, keberhasilan yang dapat kita raih, kita menjadi lupa bahwa sesungguhnya semua yang kita peroleh, kita terima dan nikmati dalam setiap proses kehidupan ini, semuanya tentu tidak terlepas dari campur tangan Tuhan, Tuhanlah yang telah berkenan menolong, memberkati dan mengizinkan kita untuk bisa menikmati segala kasih dan berkat karunianNya.
Jika demikian halnya, bagi Paulus semua itu tidak berarti apa-apa, bahkan dianggap sebagai sebuah kerugian. Mengapa? karena pengenalannya akan Kristus jauh lebih penting, dan dianggap sebagai sebuah keuntungan. Paulus berkata “Aku melupakan apa yang telah dibelakangku, dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapanku. Dan berlari-lari kepada satu tujuan, untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah yaitu Kristus Yesus (13b-14) Lantas, apa yang harus kita lakukan sebagai respon kita dari kebenaran Firman Tuhan yang datang menyapa kita pada saat ini…?
Jika Paulus, karena pengenalannya akan Kristus jauh lebih penting dari segala hal yang menjadi kebanggaannya, maka kita pun sebagai pengikut/murid-muridNya juga diingatkan untuk mengarahkan pandangan kita kepada Dia, yang olehnya kita pun terpanggil untuk ikut serta melakukan segala hal yang dikehendaki olehNya, yaitu: Mengenal Kristus lebih dalam, dalam hubungan pribadi untuk lebih mengenal kehendakNya. Mengenal kuasa kebangkitanNya, dan turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Berkomitmen untuk melupakan apa yang ada dibelakang, dan mengarahkan pandangan ke depan. 1 Korintus 5:17 berkata “Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama telah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”.
Berlari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, dengan tekun memikul salib, menyangkal diri, karena itulah panggilan sorgawi dari Allah dalam kristus Yesus bagi kita.
Karena itu, sebagai orang-orang yang telah dipanggil dan ditebus olehNya, kita punya tugas dan tanggung jawab untuk menceritakan, menyaksikan dan mewartakan siapa Yesus yang telah dikenal dan dipercayai oleh R.Paulus yang olehnya, dia boleh diperkenankan mempersembahkan segenab hidupnya untuk melayani Tuhan, sebab Dialah Juruselamat satu-satunya…Mari, kita pun turut serta menceritakan kebaikan Tuhan bagi kita, mengakui akan kuasa dan dasyatnya Allah. Kita bukan siapa-siapa, dan tidak memiliki sesuatu yang dapat kita banggakan. Yang patut kita banggakan, karena kita disebut sebagai anak-anak Allah, ahli waris kerajaanNya. 1 petrus 2:9 berkata “ Tetapi kamulah bangsa yang terpilih imamat yang rajani, bangsa yang kudus umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib. Jadi, dengan memohon pimpinan dan pertolongan Roh Kudus, maka kita pun akan dimampukan untuk menyaksikan serta memberitakan kabar keselamatan itu, bahwa yang benar Yesus Kristus, Dialah Juruselamat dunia, yang membawa kemenangan bagi setiap orang yang percaya kepadanya. Karena itu, percayalah kepadaNya setiap waktu, karena Dia Tuhan dan Juruselamat kita. Amin. [...]
28 March 2025Khotbah, Minggu, 30 Maret 2025 (Minggu sengsara V) – Stola Ungu
Tujuan : Agar jemaat memahami kasih Tuhan lewat Anugrah pengampunan dalam Yesus Kristus.
Hidup berbahagia adalah harapan dan impian semua orang semasa masih ada waktu kesempatan. Dalam kamus Bahasa Indonesia hidup bahagia berarti keadaan atau perasaan senang, tentram dan bebas dari segala hal yang menyusahkan. Walaupun dalam realita ada banyak penyebab yang membuat orang tidak bisa merasakan kebahagian, karena berbagai masalah yang dialami bahkan terbelenggu dengan dosa yang telah dilakukan.
Dalam Mazmur 32:1-11 merupakan nyanyian pengajaran dari raja Daud tentang kebahagiaan orang diampuni pelanggaran dan dosanya. Raja Daud menyampaikan kebahagiaanya atas pengampunan yang diberikan Tuhan atas dosa dan pelanggaran yang ia lakukan di hadapan Tuhan. Daud mengaku segala dosa dan pelanggarannya di hadapan Tuhan baginya tidak ada yang tersembunyi di hadapanNya dan atas pengakuan akan pelanggaran-pelanggaran karena dosanya maka Tuhan mengampuninya{ayat5}. Atas pengampunan yang telah diterima raja Daud membawa kebahagian yang sesungguhnya yang tidak ia dapatkan dari manusia dan dunia hanya dalam dan melalui Kasih Tuhan dosanya ditebus. Pengalaman Iman Raja Daud menjadi seruan yang dia serukan kepada umat Israel untuk datang kepada Tuhan mengaku akan pelanggaran-pelanggaran dan kesalahan karena dosa yang telah merka lakukan.membawa mereka untuk percaya kepada Tuhan dalam kasih setiaNya.
Saudara-saudara yang sama di kasihi Tuhan, kita semua adalah orang yang berdosa, bahkan kita mengakui dan menyadari betapa berdosanya kita. dalam iman pun kita percaya bahwa kita adalah persekutuan orang-orang kudus tetapi bukan berarti hidup kita tanpa dosa karena dalam keberdosaan kita percaya akan pengampunan. Bagaimana pengampunan itu kita terima? Pengampunan dosa tidak didasarkan pada perbuatan baik kita, karena sampai kapanpun hidup kita selalu dipenuhi dosa sehingga tidak mungkin kita mendapatkan pengampunan melalui perbuatan baik melainkan hanya oleh Kasih karunia dari Allah yang telah nyata dalam diri Yesus Kristus yang telah datang kedunia untuk menebus segala dosa manusia, pengorbanannya diatas kayu salib telah menyucikan kita dari segala dosa, 1 Petrus 2:24 “ Ia sendiri telah memikut dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib,supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup oleh kebenaran.oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh”.
Menghayati Minggu sengsara yang ke lima, bersama kita untuk merefleksikan dalam kehidupan beriman kita sebagai umat yang telah di selamatkan bahwa tidak ada alasan untitidak bersyukur dan berbahagia atas pengampunan yang telah kita telah terima sebagai anugrah dari Allah untuk menyelamatkan kita, dalam Roma 4:8 ”Berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.” Berbahagilah atas cinta Kasih yang telah kita terima, lalu bagaimana kita merespon kasih Tuhan Yesus dalam kehidupan kita agar kita tetap hidup benar di hadapanNya dan menjadi berkat bagi sesama? Firman Tuhan:” Segala kepahitan, kegeraman,kemarahan,pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu demikian pula segala kejahatan, tetapi hendaklah kamu ramah seorang akan yang lain,penuh kasih mesrah dan saling mengampuni, sebagai mana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”{Efesus 4:31-32}.Karena itu mari tunjukkanlah dalam seluruh kehidupan kita dalam kata dan perbuatan, tidak ada sesuatu yang dapat kita beri bagiNya untuk kita dapat membalas segala kebaikan yang telah menyelamatkan setiap orang yang telah hidup dan percaya kepadaNya, hiduplah dalam pengampunan yang telah di kerjakan dalam pribadi Yesus Kristus,jangan sia-siakan karya penyelamatan yang anugrahkan bagi manusia dan dunia Mari membuka diri untuk terus dipimpin oleh Tuhan, buka hati dengan segala keterbatasan kita untuk Roh Kudus bekerja agar kehidupan yang kita hidupi selalu berkenan kepadaNya. AMIN [...]
17 March 2025Khotbah Minggu 23 Maret 2025 – Minggu Sengsara IV (Stola Ungu)
Tujuan : AgarJemaat menyambut keselamatan dari Yesus dan menghidupi Keselamatan itu setiap hari.
Saudara-Saudara, Kalau saya bertanya kepada kita semua yang hadir dalam ibadah hari ini. Mana yang Anda pilih: mengambil air dan Makanan, juga susu dan anggur yang sudah disediakan dan diberikan dengan cuma-cuma dan gratis, atau mengeluarkan uang untuk membelanjakan sesuatu yang tidak jelas dan Tidak mengenyangkan? Pasti sebagian besar kita yg hadir saat ini akan memilih untuk mengambil yang sudah tersedia dan diberikan dengan cuma-cuma atau gratis. Le umborika Susi Ambe .Indo’ ?
Keselamatan itu diberikan Allah kepada manusia dengan cuma-cuma. Ironisnya, banyak orang menolaknya. Tapi jemaat disini sudah menerima semua keselamatan dari Yesus ya? Jalan untuk menerima keselamatan adalah mendengar dan datang kepada Allah, tanpa paksaan. Mereka yang memenuhi panggilan keselamatan dijamin hidup, bahkan Allah mengikat mereka dengan perjanjian abadi yang pernah dibuat-Nya dengan Daud (3). Dia pun menjadikan mereka sebagai partner keselamatan bagi bangsa-bangsa (4). Keselamatan bersumber dari Allah. Manusia membutuhkan keselamatan karena berdosa. Allah memanggil manusia karena menghendaki manusia selamat. Dia memanggil setiap orang datang kepada-Nya, sebab setiap orang berpeluang besar memperoleh keselamatan dengan cuma-cuma.
Keselamatan adalah anugrah dari Tuhan melalui penderitaan dan pengorbanan Yesus Kristus. Manusia juga diingatkan untuk tidak menghamburkan milik mereka demi memperoleh keselamatan palsu di luar Allah. Keselamatan haxa kita dapatkan di dlm Yesus , diatas langit dan dibawa kolong langit ini tidak ada nama lain yang dapat menyelamatkan hanya dalam nama Yesus .(band.Kisa Rasul 4;22. Yoh 14:6 ) Dalam panggilan keselamatan, tersedia waktu perkenaan dari Allah bagi manusia untuk menyadari dosa dan meninggalkan dosa agar memperoleh kasih dan pengampunan- Nya yang melimpah. Jika kita mengaku dosa kita maka Allah setia dan adil akan mengampuniNya. (Band IYoh 1:9)
Di dalam keselamatan ada sukacita dan damai sejahtera. Hal itu bukan usaha manusia, melainkan pemberian Allah. diselamatkan oleh anugerah adalah suatu konsep dalam teologi Kristen yang menyatakan bahwa keselamatan manusia adalah pemberian Allah. Dalam konsep ini, keselamatan manusia tidak ditentukan oleh perbuatan yang dilakukannya, melainkan berdasarkan anugerah dari Allah. Kalau kita baca dalam Efesus 2:8-9 dengan tegas mengingatkan kita bahwa keselamatan kita adalah hasil anugerah Allah melalui iman. Kata kunci “usahamu” mengacu pada upaya manusia yang tidak dapat membawa keselamatan. Kasih karunia adalah dasar dari keselamatan kita. Kita pun telah diselamatkan dan menjadi milik Allah. Keselamatan itu tidak kita beli, tetapi dianugerahkan, dan tidak seorang pun mampu membelinya, karena keselamatan taruhannya adalah penderitaan dan pengorbanan diatas kayu salib. Keselamatan juga tidak kita dapati di tempat lain dan dalam agama mana pun. hanya dalam Yesus Keselamatan itu. Kita yang sudah menerima dan meyakini keselamatan dalam Yesus dipanggil Allah dalam memberitakan karya keselamatan-Nya kepada orang lain. Waktu yang ada adalah kesempatan untuk merespons panggilan itu dan meninggalkan kejahatan dalam hidup kita. Mari kita memohon kepada Allah supaya kita dimampukan untuk menghidupi keselamatan itu setiap hari. Amin. [...]
14 March 2025Khotbah Minggu 16 Maret 2025 (Minggu Sengsara III) Stola Ungu
Tujuan : Agar Jemaat merespon kerinduan Yesus dengankerinduan kita akan keselamatan pembebasan dan penyembuhan.
Perikop ini mengingatkan kita akan pelayanan Yesus sehari-hari saat menghadapi penderitaan-Nya yang semakin dekat. Saat kita merenungkan penderitaan Yesus selama masa Prapaskah, marilah kita juga mengingat bahwa kematian Yesus hanyalah satu bagian dari proses di mana Yesus menyelesaikan pekerjaan pembebasan dan penyembuhan-Nya di antara umat-Nya. Perhatian terhadap kematian-Nya hendaknya tidak mengesampingkan refleksi tentang kebangkitan-Nya selama masa prapaskah ini. Yesus sedang menuju ke tempat bersejarah kekuasaan Yahudi di mana raja dan imam memiliki rumah mereka. Pelayanan kenabian dalam menghadapi kekuasaan adalah kegiatan berbahaya yang membahayakan kehidupan mereka yang akan mengatakan kebenaran kerajaan Allah kepada para penguasa. Yesus tidak terkecuali. Namun yang mengejutkan adalah reaksi Yesus. Ia menggambarkan kota itu sebagai tempat membunuh para nabi dan rasul artinya “mereka yang diutus,”( Lukas 13:34), tetapi tanggapan-Nya adalah belas kasihan yang digambarkan induk ayam hendak melindungi anak-anaknya dengan naungan sayapnya. Yesus rindu untuk mengumpulkan Yerusalem di bawah sayapNya (ayat 34). Yesus rindu untuk menghibur mereka yang akan menolak-Nya. Ia membayangkan Yerusalem sebagai sekumpulan anak ayam yang membutuhkan perlindungan ibu mereka dan rindu untuk menawarkan perlindungan yang sama, keselamatan, ke kota tempat Ia akan mati. Sayangnya, Yerusalem juga memiliki kerinduan. Kota itu tidak ingin dikumpulkan di bawah keselamatan Yesus.
Saudara-saudara yang dikasihi Yesus, Renungan hari ini, kita melihat tiga contoh Keinginan atau kerinduan. “Keinginan” (kata θλω, thelo , dapat diterjemahkan sebagai “keinginan,” “kehendak,” “akan,” atau “keinginan” tergantung pada terjemahan bahasanya atau konteks) digunakan tiga kali dalam perikop ini sebagai berikut. Pertama, orang-orang Farisi melaporkan bahwa Herodes ingin membunuh Yesus (ayat 31). Kedua: Yesus memberi tahu kita bahwa ia rindu mengumpulkan Yerusalem di bawah sayapNya (ayat 34). Ketiga: Yerusalem digambarkan sebagai kota yang tidak ingin dikumpulkan (ayat 34). Selama masa Prapaskah ini, kita mungkin bertanya pada diri sendiri apa yang kita rindukan atau inginkan. Apakah kita ingin mengalami pelayanan Yesus atau menantang? Atau, apakah kita tergoda untuk menanggapi dengan kemarahan yang mematikan Seperti Herodes atau mungkin penolakan seperti Yerusalem? Apakah kita ingin menjadi seperti Yesus, untuk dapat menemukan belas kasihan bagi musuh-musuh kita, bahkan mereka yang ingin membunuh kita atau Membenci kita…..? Di dunia yang penuh kekerasan agama dan politik ini, apa artinya kita ingin agar musuh kita merasakan belas kasihan Yesus ? sebagaimana kita sendiri mengalaminya? Penolakan Yerusalem untuk dikumpulkan oleh Yesus bukan tanpa konsekuensi. Kota itu digambarkan sebagai kota yang ditinggalkan dan tidak dapat melihat Yesus sampai hari ketika mereka menerima “dia yang datang dalam nama Tuhan” (Mazmur 118:26). Meskipun banyak pengikut Yesus akan meneriakkan bagian yang sama ini ketika Yesus memasuki Yerusalem (Lukas 19:38), Yerusalem sendiri akan menjadi tempat kematian Yesus. Mereka yang menolak tawaran keselamatan, pembebasan, dan penyembuhan Yesus yang penuh belas kasihan, mendapati kota mereka ditolak, ditinggalkan, dan dibiarkan sendiri. Pada masa Prapaskah ini, saat kita merenungkan pelayanan dan penderitaan Yesus, kita juga harus ingat bahwa penolakan terhadap pelayanan-Nya datang dengan konsekuensi yang kita pilih sendiri. Kerinduan Yesus adalah untuk memiliki belas kasihan, tetapi kerinduan-Nya harus dipenuhi oleh kerinduan kita sendiri akan keselamatan, pembebasan, dan penyembuhan. Kita Tidak hanya sekedar diselamatkan, tetapi Allah juga mempunyai kerinduan bahwa setiap kita dapat menjadi berkat bagi sesama kita. Jadi kerinduan Yesus bagi kita adalah diselamatkan, dibebaskan,dan disembuhkan untuk menjadi berkat dimana pun kita berada.Amin. [...]
Komentar Terbaru