
Khotbah, Minggu 6 April 2025 (Minggu Sengsara VI) – Stola Ungu
Tujuan : Agar warga jemaat dapat mengenal dan Memahami bahwa Yesus Kristus Dialah Juruselamat kita.
Masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang, adalah sebuah rentetan waktu yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Di mana ada berbagai-bagai peristiwa hidup, warna-warni kehidupan, mengisi setiap proses kehidupan manusia. Peristiwa tersebut terkait dengan hal-hal yang mensukacitakan, bahkan juga situasi dan keadaan yang tidak menentu, peristiwa dukacita karena kehilangan orang-orang yang dikasihi, untung dan malang, juga menjadi bahagian dari kehidupan yang tidak dapat dihindari. Dari waktu ke waktu, manusia terus belajar menyikapi maksud dan rencana Tuhan melalui setiap kejadian, dan berbagai situasi hidup yang diperhadapkan oleh Allah kepada manusia. Sesungguhnya, Allah mau agar kita menyadari bahwa setiap proses yang terjadi di dalam hidup ini, kita dapat memahami bahwa, Allah turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia, dan yang teguh berpegang pada ketetapanNya. Tentu, hal ini pulalah yang diyakini oleh rasul paulus dan hendak disampaikan kepada jemaat, ketika dia memaparkan dan menjelaskan bagaimana perjalanan hidupnya, dan bagaimana dia menjalani setiap proses Tuhan bagi dirinya. Hingga pada akhirnya, Tuhan menjumpai dia, menangkapnya, memilih dan menetapkan dia serta memperlengkapinya dengan kuat kuasa Roh Kudus, untuk pergi memberitakan kabar sukacita, bahwa Yesus kristus, dialah jalan kebenaran dan hidup, Dialah satu-satunya Tuhan, dan Juruselamat dunia. Oleh dan sebab itu, Firman Tuhan yang datang menyapa kita saat ini, hendak kita renungkan di bawah satu sorotan tema yang berkata “Dialah Juruselamat”.
Dari teks bacaan kita saat ini, kita dapat melihat bagaimana Paulus memberikan sebuah kesaksian tentang siapa dirinya sebelum dan sesudah ia mengenal Kristus. Banyak hal yang bisa dia banggakan, jika menilik latar belakang dirinya dan itu semua kita temukan di dalam ayat 4b-6. Alkitab mencatat bahwa Paulus melupakan hal-hal yang sangat dibanggakan dalam pandangan manusia, yakni identitas kebanggaan sebagai orang yahudi asli, status rohani sebagai orang Farisi yang secara fanatik membela kedaulatan hukum taurat, dan praktik keagamaan yang tidak bercacat menurut hukum taurat. Semua kebangaan itu, kini menjadi tidak ada nilainya, bahkan dianggap sebagai kerugian dan sampah. Mengapa demikian? Karena pengenalan yang mendalam akan Kristus jauh lebih penting, dan bernilai kekal, sesuatu yang jauh lebih mulia, karena dengan demikian, setiap orang yang percaya kepadaNya, juga terpanggil untuk ikut menderita bersama kristus, dan oleh kematian dan kebangkitanNya, kita menerima penebusan dosa yaitu keselamatan di dalam Dia Sang Juruselamat.
Sejak perjumpaannya dengan Kristus, Paulus bertekad untuk mengambil sikap dan komitmen, bahwa apa yang dia anggap berharga selama ini, kini dianggapnya sebagai hal yang lalu, yang tidak memiliki arti apa-apa. Menarik untuk kita simak bahwa, Paulus tidak merasa diri cukup atau puas dalam hal pengenalannya akan Kristus. Tetapi dia merasa perlu untuk terus berjuang mengenal Kristus lebih dalam, sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, dan mempercayakan segenap hidupnya dikendalikan oleh Allah.
Jemaat yang kekasih dalam nama Tuhan kita Yesus kristus.
Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, bukankah kita seringkali tergoda bahkan terpancing untuk memegahkan diri? Betapa tidak! Tanpa sadar, kita kadang kala cenderung bermegah atas pencapaian kita, prestasi, keberhasilan yang dapat kita raih, kita menjadi lupa bahwa sesungguhnya semua yang kita peroleh, kita terima dan nikmati dalam setiap proses kehidupan ini, semuanya tentu tidak terlepas dari campur tangan Tuhan, Tuhanlah yang telah berkenan menolong, memberkati dan mengizinkan kita untuk bisa menikmati segala kasih dan berkat karunianNya.
Jika demikian halnya, bagi Paulus semua itu tidak berarti apa-apa, bahkan dianggap sebagai sebuah kerugian. Mengapa? karena pengenalannya akan Kristus jauh lebih penting, dan dianggap sebagai sebuah keuntungan. Paulus berkata “Aku melupakan apa yang telah dibelakangku, dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapanku. Dan berlari-lari kepada satu tujuan, untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah yaitu Kristus Yesus (13b-14) Lantas, apa yang harus kita lakukan sebagai respon kita dari kebenaran Firman Tuhan yang datang menyapa kita pada saat ini…?
Jika Paulus, karena pengenalannya akan Kristus jauh lebih penting dari segala hal yang menjadi kebanggaannya, maka kita pun sebagai pengikut/murid-muridNya juga diingatkan untuk mengarahkan pandangan kita kepada Dia, yang olehnya kita pun terpanggil untuk ikut serta melakukan segala hal yang dikehendaki olehNya, yaitu: Mengenal Kristus lebih dalam, dalam hubungan pribadi untuk lebih mengenal kehendakNya. Mengenal kuasa kebangkitanNya, dan turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Berkomitmen untuk melupakan apa yang ada dibelakang, dan mengarahkan pandangan ke depan. 1 Korintus 5:17 berkata “Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama telah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”.
Berlari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, dengan tekun memikul salib, menyangkal diri, karena itulah panggilan sorgawi dari Allah dalam kristus Yesus bagi kita.
Karena itu, sebagai orang-orang yang telah dipanggil dan ditebus olehNya, kita punya tugas dan tanggung jawab untuk menceritakan, menyaksikan dan mewartakan siapa Yesus yang telah dikenal dan dipercayai oleh R.Paulus yang olehnya, dia boleh diperkenankan mempersembahkan segenab hidupnya untuk melayani Tuhan, sebab Dialah Juruselamat satu-satunya…Mari, kita pun turut serta menceritakan kebaikan Tuhan bagi kita, mengakui akan kuasa dan dasyatnya Allah. Kita bukan siapa-siapa, dan tidak memiliki sesuatu yang dapat kita banggakan. Yang patut kita banggakan, karena kita disebut sebagai anak-anak Allah, ahli waris kerajaanNya. 1 petrus 2:9 berkata “ Tetapi kamulah bangsa yang terpilih imamat yang rajani, bangsa yang kudus umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib. Jadi, dengan memohon pimpinan dan pertolongan Roh Kudus, maka kita pun akan dimampukan untuk menyaksikan serta memberitakan kabar keselamatan itu, bahwa yang benar Yesus Kristus, Dialah Juruselamat dunia, yang membawa kemenangan bagi setiap orang yang percaya kepadanya. Karena itu, percayalah kepadaNya setiap waktu, karena Dia Tuhan dan Juruselamat kita. Amin.
Komentar Terbaru